Selesai aborsi masih perdarahan dan hasil test-pack masih 2 garis merah.
Oleh : Inna Hudaya
Banyak perempuan menjadi panik setelah melakukan Medical
Abortion, terutama karena perdarahan yang berkelanjutan selama beberapa minggu
kemudian. Kepanikan ini biasanya muncul karena perempuan tidak cukup informasi
mengenai proses Medical Abortion. Seringkali para penjual obat di internet
tidak menjelaskan dengan detail apa yang akan terjadi pada saat dan setelah
aborsi.
Jika anda baru saja melakukan Medical Abortion dan masih
mengalami perdarahan, jangan panik. Perdarahan biasanya terjadi selama 2-3
minggu setelah aborsi. Pada beberapa perempuan, perdarahan bisa berlangsung
lebih lama. Sebagian perempuan mengalami peradarahan seperti menstruasi secara
terus-menerus selama periode ini. Sebagian lagi mengalami perdarahan beberapa
hari, berhenti lalu muncul kembali.
Yang perlu anda ketahui adalah membedakan mana perdarahan
normal dan mana perdarahan hebat. Jika perdarahan yang keluar sangat banyak
sehingga anda harus mengganti pembalut 2-3 kali dalam satu jam, selama dua jam
berturut-turut, itu adalah tanda-tanda peradarahan hebat. Karena kehilangan
banyak darah, biasanya perempuan merasa pusing dan lemah. Dalam situasi seperti
ini ada harus segera ke dokter dan mendapatkan perawatan pasca aborsi.
Hasil test-pack masih dua garis merah
Kepanikan lain biasanya adalah perempuan segera melakukan
test-pack dan menemukan dua garis merah atau positif. Biasanya perempuan segera
mengasumsikan dirinya masih hamil dan meminum dosis berikutnya atau mencarai
layanan aborsi di klinik.
Tunggu 2-3 minggu sebelum melakukan test-pack. Hasil test-pack masih akan tetap positif
karena yang dideteksi adalah level HCG dalam tubuh. Butuh waktu beberapa minggu
sampai kadar HCG dalam tubuh menjadi normal kembali. Jadi, meskipun anda
melakukan tindakan aborsi hari ini, hormon kehamilan masih tetap akan
terdeteksi di dalam tubuh selama beberapa minggu ke depan. Jika anda ingin
segera mengetahui hasilnya, lakukan tes USG. Namun ini pun tidak terlalu
dibutuhkan, karena jika ternyata masih ada sisa, dokter akan menyarankan anda
untuk kuret. Menurut Panduan WHO yang terbaru, kuret tidak dibutuhkan untuk
Medical Abortion. Alih-alih, anda akan keluar dana besar untuk melakukan kuret.
Ada perbedaan mendasar antara gagal dan tidak komplit. Jika
tidak ada efek samping dan gejala umum dari Medical Abortion, bisa dipastikan
aborsi telah gagal. Artinya gagal bahwa kehamilan tersebut terus berlanjut. Namun, jika efek samping dan
gejala umum muncul namun masih ada dua garis samar, itu artinya tidak komplit.
Maksudnya tidak komplit adalah bahwa kehamilan sudah tidak berlanjut namun
masih ada sisa hasil konsepsi yang tertinggal di dalam rahim.
Medical abortion memang membutuhkan kesabaran dan
ketelatenan. Jika anda mengikuti protocol yang telah direkomendasikan oleh WHO,
anda tidak memerlukan kuret untuk mengatasi aborsi yang tidak komplit. Jika
setelah 2-3 minggu hasil test-pack masih menunjukan dua garis samar, ada
kemungkinan anda mengalami aborsi yang tidak komplit. Lakukan tes USG ke dokter
dan tanyakan ukuran yang tersisa berapa besar (dalam cm). Anda dapat meminum dosis tambahan untuk
penanganan incomplete abortion.
Jadi, jangan panik dan tetap tenang. Bicara dengan konselor
yang anda percaya untuk membicarakan situasi anda.
