Aborsi Aman

Oleh : Inna Hudaya

Dimana saya bisa melakukan aborsi yang aman?

Beberapa email dengan nada yang sama saya terima berulang kali di inbox email saya. Mengenai hal itu saya ingin sedikit menjelaskan mengenai prosedur aborsi yang aman.

Aborsi yang aman bisa dilakukan dengan dua cara, surgical atau medical. Surgical atau tindakan dilakukan di klinik oleh dokter dengan alat-alat yang steril. Medical atau obat-obatan adalah dengan menggunakan kombinasi Mifepristone dan Misoprostol. Untuk aborsi yang dilakukan di klinik, harus dengan metode yang disesuaikan dengan usia kehamilan dan menggunakan alat-alat yang steril. Sama halnya dengan klinik, aborsi dengan menggunakan obat harus dilakukan dengan pengawasan dokter atau konselor ahli.

Aborsi di Klinik 
  • Lakukan konseling sebelum anda melakukan tindakan aborsi. Melalui konseling anda akan mendapatkan informasi mmengenai berbagai pilihan, resiko dan kemungkinan komplikasi. Konseling dapat membantu anda mengambil keputusan yang bijak. Perlu diingat bahwa keputusan melakukan aborsi bukan keputusan yang mudah, dibutuhkan kesiapan mental, fisik dan finansial. 
  • Jika aborsi dilakukan di klinik, dokter akan melakukan tes USG untuk mengetahui usia pasti kehamilan. Mengetahui usia pasti kehamilan penting untuk menentukan metode aborsi yang akan dilakukan. Dokter juga akan memeriksa kondisi kesehatan anda untuk memastikan tidak ada resiko besar selama dan setelah tindakan aborsi. 
  • Secara umum perhatikan klinik yang anda pilih. Anda harus dengan jeli bisa mengidentifkasi proses yang terjadi di klinik, apakah menurut identifikasi anda klinik tersebut memenuhi standar kelayakan untuk sterilisasi alat atau tidak. 
  • Gunakan hak anda sebagai klien untuk bertanya. Klinik yang baik dan pro hak perempuan akan memberikan penjelasan mengenai prosedur aborsi maupun kondisi kesehatan anda. 
  • Jika dokter tidak menawarkan check up pasca aborsi, anda berhak untuk memintanya. Atur jadwal untuk melakukan check up dua minggu atau satu bulan setelah tindakan. 
  • Minta kontak yang bisa dihubungi jika sewaktu-waktu anda mengalami gejala yang berhubungan dengan tindakan aborsi dan membutuhkan konsultasi atau tindakan lebih lanjut. Jika dokter atau klinik tidak dapat memberikan kontak yang bisa dihubungi, bisa dipastikan klinik tersebut tidak peduli dengan anda dan hanya ingin mengambil keuntungan dari situasi anda. 
  • Hal paling penting sebelum menentukan klinik aborsi. Lakukan tes USG satu hari sebelumnya di klinik atau rumah sakit yang berbeda. Seringkali klien ditipu dengan menyebutkan bahwa usia kehamilan lebih dari 10 minggu atau leih dari usia kehamilan yang sebenarnya sehingga klien harus membayar lebih mahal. Harap di ingat bahwa biaya aborsi semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Jangan mau di tipu. 

Aborsi dengan Obat
  • Obat yang bisa digunakan untuk aborsi adalah kombinasi Mifepristone dan Misoprostol. Di indonesia Mifepristone tidak masuk di pasaran sehingga pilihan yang tersedia adalah Misoprostol. Misoprostol masih tetap dapat digunakan meskipun tingkat efektifitasnya tidak sebesar jika dikombinasikan dengan Mifepristone. 
  • Jika aborsi dilakukan sendiri dengan menggunakan obat. Pastikan anda mengkonsultasikan nya terlebih dahulu dengan dokter atau konselor. Konselor akan memberi anda informasi mengenai dosis, tata cara penggunaan, resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. 
  • Pastikan bahwa anda meemberikan informasi yang benar mengenai usia kehamilan dan kondisi kesehatan anda. Karena pada kondisi kesehatan tertentu, penggunaan obat ini harus disertai dengan antibiotik, vitamin atau obat-obatan lainnya agar tidak memperburuk kondisi kesehatan anda. 
  • Lakukan tes USG untuk mengetahui usia pasti kehamilan. Aborsi dengan obat efektif hingga usia kehamilan 9 minggu. Penggunaan obat hingga 12 minggu harus dibawah pengawasan dan pendampingan dari konselor karena protokol yang berbeda. Penggunaan obat di atas 9 minggu hingga 12 minggu harus mendapatkan konseling yang lebih mendalam untuk memastikan kesiapan mental klien menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi. 
  • Pastikan bahwa obat yang anda beli adalah obat asli. Jangan menerima obat yang tidak dalam kemasan. Berhati-hati dengan penjual obat di internet karena banyak kasus penipuan dengan modus menjual obat aborsi. Membeli obat langsung dari apotik atau bertemu langsung dengan penjual adalah cara paling efisien menghindari penipuan. 
  • Lakukan perencanaan yang matang sebelum melakukan aborsi. Pastikan anda tidak jauh dari rumah sakit atau klinik terdekat yang bisa dijangkau kurang dari satu jam. 
  • Jangan melakukan aborsi sendiri. Pastikan ada yang mendampingi anda jika sewaktu-waktu anda harus dilarikan ke rumah sakit. 
  • Lakukan pencatatan mengenai jam berapa anda mulai mengkonsumsi obat, gejala apa yang dirasakan dan kapan mulai terjadi perdarahan. 
  • Perhatikan perdarahan yang terjadi dan gumpalan atau hasil konsepsi yang keluar.. perdarahan biasanya akan berlangsung hingga 2 atau 3 minggu. Dengan memperhatikan proses ini anda dapat mengetahui apakah aborsi sudah terjadi secara komplit atau tidak. 
  • Jika beberapa hari setelah tindakan masih terasa nyeri akibat kontraksi, terjadi perdarahan hebat atau munculnya keputihan yang berbau, itu pertanda anda harus segera memeriksakan diri ke klinik. Jika berdasarkan pemeriksaan klinik masih ada jaringan yang tersisa maka anda dapat mengambil dosis tambahan atau menjalani prosedur kuret. 
Berbeda dengan gambaran di atas, ketika anda melakukan tindakan aborsi di klinik aborsi yang illegal, biasanya anda hanya datang pada saat prosedur aborsi dan setelah prosedur selesai di lakukan anda akan langsung pulang atau setidaknya hanya menginap semalam. Bahkan pada beberapa kasus banyak tindakan aborsi yang di lakukan di kamar hotel yang hanya di sewa untuk beberapa jam sehingga sehabis melakukan tindakan aborsi anda terpaksa harus segera check-out. Pada kasus yang lebih parah, bahkan seringkali tindakan aborsi dilakukan tanpa di beri obat penghilang rasa sakit atau pembiusan. 

Apa akibatnya bila aborsi dilakukan secara tidak aman? Seringkali, aborsi yang dilakukan oleh bukan orang yang ahli akan memakai cara dan alat-alat yang tidak tepat. Untuk merusak dan memaksa hasil konsepsi keluar, rahim akan dipijat dan dimasuki alat atau benda ke dalamnya. Alat ini sering berupa benda tajam, telah tercemar dan tidak bersih. Misalnya bambu, alat penusuk atau selang yang tidak steril sering membuat infeksi rahim. Sebagai akibatnya, selain bisa kena infeksi, rahim itu bisa rusak atau robek dan selanjutnya bisa terjadi perdarahan hebat. Kemungkinan ke tiga, rahim akan terus menerus mengeluarkan darah dan cairan lain. Ini tentu akan berakibat kematian bagi si ibu bila tidak segera ditolong. Sementara itu, keadaan rahim yang tidak sehat ini bisa berkembang menjadi infeksi yang terus menerus, tumbuhnya sel baru, tumbuhnya sel ganas dan lain-lain.

Tidak adanya follow up setelah melakukan prosedur aborsi dapat membahayakan kesehatan si perempuan di kemudian hari, bahkan pada beberapa kasus terjadi kematian akibat pendarahan yang hebat. Pada beberapa perempuan mungkin tidak terlihat adanya kelainan akibat prosedur aborsi yang tidak aman tapi bukan berarti tidak ada, biasanya infeksi atau trauma nya akan muncul beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan, hanya banyak yang kemudian tidak menyadarinya.

So, be smart and informed choice.

Love your body !