Mengatasi Numbness

Oleh : Inna Hudaya
Sadarilah bahwa emosi adalah bagian alami ayang tidak terlepas dari sifat manusiawi seseorang, bahkan binatang pun memiliki emosi. Anda tidak dapat menghilangkan emosi dari diri anda, yang bisa anda lakukan hanya mengendalikannya. Emosi yang berlebihan juga sama tidak baiknya dengan numbness. Jika anda membentengi diri anda dengan mengikis emosi anda, pada akhirnya anda akan mengalami kedataran emosi.
Pada awalnya gejala numbness ini muncul akibat ketidakmampuan seseorang mengendalikan emosinya dalam menghadapi peristiwa-peristiwa traumatis. Mungkin kebanyakan orang tidak menyadarinya karena hal ini bekerja di bawah alam sadar kita. Kemudian seseorang mulai ingin mengendalikan emosinya secara cepat dan instant tanpa menyadari bahwa mengungkapkan dan meluapkan emosi juga merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk dapat selaras dengan kehidupan. Masih banyak orang yang beranggapan bahwa menangis itu adalah cengeng, bahkan untuk menangis saja merasa malu. Atau untuk mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan bisa berarti tidak sabar dan tidak dapat mengendalikan diri.

Ingatlah, bahwa anda tidak dapat mengubah emosi anda yang bisa anda lakukan hanya mengubah cara anda mengungkapkan dan meluapkan emosi anda, di sanalah letaknya pengendalian emosi. Semakin anda ingin mengikis emosi anda semakin perasaan anda bertumpuk kacau hingga anda tidak mampu mengenali emosi anda sendiri, mungkin salah satu gambaran numbness adalah ketidakmampuan membedakan emosi-emosi yang anda miliki sehingga pemaknaan emosi tersebut menjadi kabur.

Jika anda menyadari bahwa anda mengalami numbness dan ingin mulai melakukan perubahan, anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:
Terimalah emosi sebagai bagian dari diri anda
  • Ungkapkan dan luapkan emosi anda, jika anda merasa bersedih ijinkan diri anda menangis dan berduka, kendalikan dengan anda memberi waktu secukupnya untuk anda bisa menangis dan berduka. Misalnya; saya akan menangis sepuasnya tapi setelah 3 hari saya harus bangkit dan melanjutkan kehidupan saya.
  • Jangan menahan emosi anda apapun itu bentuknya; amarah, kekesalan, kebencian, kasih sayang, dll. Misalnya ; jika anda merasa kesal dengan seseorang belajarlah untuk menyampaikan kekesalan anda secara terbuka, jangan di tahan di dalam hati namun pada akhirnya tetap mengganggu pikiran anda.
  • Belajarlah untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran anda. Enyahkan rasa takut atau malu karena keduanya tidak dapat membantu anda mencapai apa yang ingin anda raih dalam kehidupan ini. Penolakan atau cemoohan dari orang lain tidak akan membuat anda mati, mungkin sedikit jengkel tapi kemudian anda akan melewatinya dan semua kembali baik seperti semula.
  • Ajaklah orang yang anda percaya untuk membagi dan mengenali emosi yang anda rasakan, lihat bagaimana pendapatnya lalu kemudian anda dapat menentukan cara apa yang paling baik untuk bisa mengungkapkan atau meluapkan emosi-emosi tersebut.
  • Jika anda bukan tipe orang yang bisa berbicara secara terbuka, anda bisa mulai meluapkan emosi-emosi anda dengan menuliskannya pada sebuah jurnal pribadi anda.
Tentu saja, kunci lainnya adalah anda harus dapat mengendalikan emosi anda, bukan dengan mengikis emosi anda namun dengan merubah cara anda menyalurkan emosi anda.
Semoga berhasil dan yakinlah bahwa segala sesuatu selalu ada jalannya !