Di mana aborsi yang aman?

Oleh : Inna Hudaya

Beberapa email dengan pertanyaan yang sama saya terima berulang kali melalui email dan hotline. Mengenai hal itu saya ingin menjelaskan mengenai prosedur aborsi yang aman.
Aborsi yang aman bisa dilakukan dengan dua metode : surgical dan medical.  Apa bedanya?
Metode yang pertama adalah Surgical Abortion yang dilakukan melalui prosedur tindakan medis sederhana yang dilakukan di klinik, oleh dokter dan dengan peralatan medis yang steril. Metode ini bisa beragam tergantung pada usia kehamilan. Misalnya untuk usia kehamilan 9 minggu, metode yang digunakan adalah metode vakum.
Metode yang kedua adalah Medical Abortion (MA) atau dengan obat-obatan. Obat yang digunakan adalah kombinasi Mifepristone dan Misoprostol. Idealnya metode ini dilakukan di bawah pengawasan dokter. Klien bisa memilih apakah tindakan aborsinya akan dilakukan di klinik atau di rumah. Namun pada prinsipnya, metode ini harus melalui konsultasi dengan dokter.
Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Proses Surgical Abortion lebih cepat dan perempuan tidak perlu menyaksikan perdarahan dan gumpalan-gumpalan yang keluar. Namun prosedur ini akan lebih mahal dan tidak semua klinik bersedia meyediakan layanan ini, kecuali untuk kasus tertentu dimana tindakan aborsi tersebut diperbolehkan oleh hukum, yaitu :
  • Kehamilan tersebut dapat mengakibatkan resiko kesehatan hingga kematian bagi si ibu atau janin yang di kandungnya. 
  • Kehamilan tersebut merupakan akibat dari tindak perkosaan atau incest.
Proses MA memakan waktu lebih lama. Kombinasi Mifepristone-Misoprostol paling tidak membutuhkan waktu sekitar 28 Jam. Sedangkan penggunaan Misprostol saja prosesnya berlangsung sekitar 6 Jam. Prosedur MA memerlukan ketelatenan, perempuan tidak boleh melakukannya sendirian, dan disarankan untuk melakukan pencatatan pada saat melakukan tindakan. Pencatatan ini perlu jika kemudian informasi tersebut dibutuhkan pada saat konsultasi pasca aborsi. Kelebihan dari MA adalah biaya yang lebih murah, perempuan memiliki kontrol sendiri pada proses tersebut, dan bisa dilakukan di rumah sehingga privasi terjaga.

Memastikan Klinik Aborsi / Obat Aman.

Meskipun aborsi dibatasi dan ilegal di Indonesia. Faktanya klinik aborsi dan penjual obat-obatan ada di mana-mana. Klinik-klinik tersebut bisa ditemukan dengan mudah di kota-kota besar, penjualan obat di internet sangat marak, bahkan layanan aborsi dengan metode tradisional pun ada di banyak tempat.

Permasalahannya adalah meskipun layanan tersebut tersedia namun tidak ada regulasi atau informasi yang cukup bagi perempuan untuk memastikan bahwa layanan yang ia pilih adalah aman. Bahwa layanan tersebut diberikan untuk memastikan hak atas kesehatannya terpenuhi, bukan untuk mencari keuntungan dari situasi yang dihadapi perempuan.

Dalam situasi yang tidak ideal, dimana negara tidak menjamin hak kesehatan perempuan, dimana penyedia layanan hanya mencari keuntungan dari situasi perempuan. Maka dalam situasi ini, perempuan lah yang harus berani dan cerdas memilih layanan dan memastikan yang terbaik.


Ada beberapa komponen yang harus perempuan ketahui sebelum mencari layanan aborsi yang aman :

Pastikan usia kehamilan anda dengan tes USG. Lakukan tes USG di rumah sakit atau klinik dan minta hasil USG dalam bentuk print. Pastikan usia kehamilan tertera dalam hasil print. Usia kehamilan menentukan metode dan harga aborsi. Seringkali klinik membohongi klien dengan menyebutkan usia kehamilan tertentu supaya perempuan membayar lebih mahal.

Jika anda mengunjungi klinik, cek dengan mata anda sendiri kondisi klinik apakah sesuai dengan standar klinik yang bersih dan aman. Jika anda bingung, ikuti intuisi anda, apakah klinik tersebut cukup bersih atau tidak. Lihat gerak gerik perawat dan dokter. Tanya bagaimana mereka membersihkan alat-alat medis. Jika anda ragu, jangan takut untuk meninggalkan klinik dan mencari tempat lain.

Perhatikan apakah dokter atau perawat menawarkan konseling atau tidak. Bagi anda yang sudah yakin dengan keputusan aborsi, konseling mungkin cukup menjengkelkan. Namun jika klinik memberikan layanan konseling ini adalah salah satu indikator bahwa klinik tersebut punya perspektif yang bagus berhubungan dengan hak dan kesehatan. Klinik yang hanya ingin mengambil keuntungan dari situasi anda tentu akan senang jika anda mengambil keputusan aborsi dengan mudah, karena ini dapat menghasilkan uang bagi mereka.

Jika anda memesan obat, tanyakan banyak hal yang berhubungan dengan prosedur penggunaan obat dan resiko yang mungkin terjadi. Jika penjual obat tidak dapat memberi penjelasan, bisa jadi dia hanya tahu jualan, jangan ambil resiko kesehatan anda dengan percaya pada pedagang. Yang anda butuhkan adalah orang yang bisa menjelaskan protokol yang tepat, menjelaskan berbagai resiko yang mungkin terjadi dan bagaimana menghindari atau mengatasinya.

MA hanya efektif hingga usia kehamilan 12 minggu. MA untuk usia kehamilan di atas 12 minggu harus berdasarkan konsultasi dan pengawasan dokter. Jadi, jangan percaya para penjual obat yang menyatakan bisa aborsi dengan obat hingga usia kehamilan 6 bulan. Ingat, definisi aborsi adalah hingga usia kehamilan 20 minggu.

Sebagai gambaran, jika anda melakukan aborsi di klinik atau rumah sakit yang legal, anda akan menjalani konsultasi pra aborsi untuk memastikan anda mengetahui berbagai resiko dan kemungkinan yang bisa terjadi, pada saat di lakukan prosedur aborsi anda akan mendapat serangkaian tindakan medis yang telah memenuhi standar medis, diantaranya di lakukan pembiusan yang dapat mengurangi rasa sakit yang berlebihan sehingga anda terhindar dari kemungkinan traumatik. Selain itu anda juga akan menjalani perawatan selama beberapa hari pasca tindakan aborsi di mana keadaan kesehatan anda akan terus menerus di pantau untuk memastikan tidak terjadi pendarahan yang hebat atau infeksi. Biasanya anda akan di beri obat atau suntikan antibiotic untuk mengurangi infeksi yang terjadi dan vitamin penambah darah untuk menggantikan darah yang keluar melalui pendarahan. Beberapa minggu atau sebulan kemudian setelah prosedur aborsi anda masih harus melakukan check-up untuk memastikan kondisi anda benar-benar pulih seperti semula.

Berbeda dengan gambaran di atas, ketika anda melakukan tindakan aborsi di klinik aborsi yang illegal, biasanya anda hanya datang pada saat prosedur aborsi dan setelah prosedur selesai di lakukan anda akan langsung pulang atau setidaknya hanya menginap semalam. Bahkan pada beberapa kasus banyak tindakan aborsi yang di lakukan di kamar hotel yang hanya di sewa untuk beberapa jam sehingga sehabis melakukan tindakan aborsi anda terpaksa harus segera check-out. Pada kasus yang lebih parah, bahkan seringkali tindakan aborsi dilakukan tanpa di beri obat penghilang rasa sakit atau pembiusan. Biasanya si dokter atau bidan hanya akan membekali anda dengan beberapa obat atau pil antibiotik dan vitamin penambah darah.

Apa akibatnya bila aborsi dilakukan secara tidak aman? Seringkali, aborsi yang dilakukan oleh bukan orang yang ahli akan memakai cara dan alat-alat yang tidak tepat. Untuk merusak dan memaksa janin keluar, rahim akan dipijat dan dimasuki alat atau benda ke dalamnya. Alat ini sering berupa benda tajam, telah tercemar dan tidak bersih. Misalnya bambu, alat penusuk atau selang yang tidak steril sering membuat infeksi rahim. Sebagai akibatnya, selain bisa kena infeksi, rahim itu bisa rusak atau robek dan selanjutnya bisa terjadi perdarahan hebat, terus menerus dan rahimnya rusak untuk selamanya. Jadi bila aborsi dilakukan oleh bukan orang yang ahli maka kemungkinan pertama yang akan terjadi adalah infeksi rahim karena alat yang dipakai tidak bersih. Kemungkinan ke dua adalah akan terjadi perdarahan hebat dan terus menerus karena rahimnya dirusak. Perlu diketahui, rahim yang ada janinnya akan penuh dengan pembuluh darah yang menyalurkan makanan bagi calon bayi. Bila dirusak maka jaringan pembuluh darah ini akan rusak dan terjadi perdarahan yang sukar dihentikan. Kemungkinan ke tiga, rahim akan terus menerus mengeluarkan darah dan cairan lain. Ini tentu akan berakibat kematian bagi si ibu bila tidak segera ditolong. Sementara itu, keadaan rahim yang tidak sehat ini bisa berkembang menjadi infeksi yang terus menerus, tumbuhnya sel baru, tumbuhnya sel ganas dan lain-lain.

Check up pasca aborsi harus dilakukan untuk memastikan bahwa aborsi telah komplit dan kondisi kesehatan kembali seperti sebelumnya. Tidak adanya tindak lanjut setelah melakukan prosedur aborsi akan sangat membahayakan kesehatan si perempuan di kemudian hari, bahkan pada beberapa kasus terjadi kematian akibat pendarahan yang hebat. Pada beberapa perempuan mungkin tidak terlihat adanya kelainan akibat prosedur aborsi yang tidak aman tapi bukan berarti tidak ada, biasanya infeksi atau trauma nya akan muncul beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan, hanya banyak yang kemudian tidak menyadarinya.

So, love your body !