Kenapa harus Follow Up setelah aborsi?


Kenapa sih harus ribet banget pake follow up setelah aborsi dengan obat?
Nah, di artikel sebelumnya kamu sudah tahu bahwa meskipun aborsi sudah berhasil namun belum tentu aborsi tersebut komplit. Untuk memastikan bahwa aborsi komplit inilah makanya follow up menjadi penting.

Jika kamu aborsi dengan operasi kecil atau yang biasa kita sebut sebagai surgical abortion, biasanya dokter akan meminta kamu kembali untuk melakukan check up dua minggu setelah aborsi. Saat check up ini dokter akan memastikan apakah semua produk konsepsi sudah keluar atau belum. Jika sudah keluar semua, maka bisa dipastikan aborsi sudah komplit. Namun jika belum, itu artinya masih ada jaringan yang tertinggal dan perlu dikeluarkan. Sisa jaringan yang tertinggal bisa dikeluarkan dengan kuret atau cukup dengan dosis tambahan misoprostol, tergantung ukurannya seberapa besar.

Do It Yourself (DIY) Abortion

Aborsi sendiri?
Memangnya aman?
Itu pertanyaan yang paling sering ditanyakan dan juga ditakutkan oleh perempuan yang mengalami kehamilan tidak direncanakan dan sedang mencari informasi untuk aborsi.

Apakah aborsi sendiri aman? Ya, aborsi yang dilakukan dengan misoprostol aman dilakukan di rumah. Hanya dengan 12 pil misoprostol, perempuan bisa melakukan aborsi aman sampai usia kehamilan 13 minggu. Dosis ini adalah dosis yang direkomendasikan oleh WHO di dalam panduan teknis untuk aborsi aman edisi ke-2 pada tahun 2013. Gak percaya? cek dan baca sendiri disini.

Maksudnya Do It Yourself di sini bukan berarti kamu melakukan aborsi sendirian. Maksudnya adalah kamu (baca:perempuan) sendiri yang memutuskan dan menentukan proses aborsimu, tanpa perlu bantuan Dokter atau tenaga medis. Kamu bisa lakukan di rumahmu, tanpa harus datang ke klinik. Saat aborsi kamu tetap harus didampingi oleh seseorang yang kamu percayai, untuk memastikan jika tanda-tanda komplikasi muncul bisa segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Tapi kemungkinan komplikasi ini sangat kecil sekali, hanya sekitar 2% saja.

Pastikan kamu dapet informasi yang lengkap, buat keputusan yang mantap, dan siapkan perencanaan yang matang.

Ok, kalau kamu mau tahu lebih banyak, otak-atik saja berbagai informasi mengenai aborsi aman di blog ini!

Ingat, tubuhmu adalah otoritasmu, gak ada yang bisa mengatur tubuhmu dan apapun yang mau kamu lakukan dengan tubuhmu.

Mengakses hotline secara efektif

Apakah anda pernah menghubungi hotline dan merasa prosedur hotline sangat ribet? Atau anda jengkel karena bukannya langsung memberitahu dimana bisa membeli obat, konselor justru banyak tanya ini itu?

Hotline Samsara adalah hotline yang didekasikan untuk pemenuhan hak-hak perempuan atas kesehatan reproduksi termasuk informasi aborsi aman. Setiap konselor mendapatkan pelatihan dan mentoring untuk memastikan bahwa layanan hotline tidak hanya memberikan informasi, namun juga memastikan bahwa informasi yang diberikan tepat guna dengan kondisi kesehatan perempuan.

Bagaimana mengetahui apakah aborsi berhasil atau tidak?

Jika anda melakukan aborsi secara mandiri, seringkali anda merasa khawatir dan ragu apakah aborsi sudah berhasil atau belum. Dalam situasi ini anda merasa bingung dan serba salah. Untuk memastikan apakah aborsi berhasil atau tidak adalah dengan melakukan pemeriksaan ke dokter dan melakukan tes ultrasound. Namun seringkali anda merasa khawatir jika dokter mengetahui anda telah melakukan aborsi.

Pasangan saya baru aborsi, apa yang harus saya lakukan?

Aborsi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang aman bagi kesehatan perempuan. Namun, karena kurangnya informasi yang relevan dan dukungan dari petugas medis, seringkali perempuan dan pasangan menjadi panik setelah aborsi. Biasanya kepanikan ini berhubungan dengan kekhawatiran adanya komplikasi, infeksi atau resiko kesehatan jangka panjang.

Setelah aborsi, pasangan anda masuk masa follow up atau observasi. Dalam masa observasi ini, dokter atau konselor akan mengidentifikasi tanda-tanda klinis dan non-klinis. Namun, tanpa bantuan dokter atau konselor, anda dan pasangan dapat secara mandiri mengidentifikasi tanda-tanda tersebut.

Apakah saya mengalami stress pasca aborsi?

Apakah anda merasa stress setelah aborsi? bagaimana mengenali emosi anda dan memahaminya? berikut beberapa artikel yang perlu anda baca untuk membantu anda dan pasangan melalui situasi ini.




‘Medical abortion is revolutionary’: Samsara’s Inna Hudaya on abortion access in Indonesia

This article was published in Medical Abortion Matters (May 2013)

In 2008, Inna Hudaya helped found Samsara, an organization in Indonesia dedicated to promoting sexual and reproductive health and rights (SRHR) education and information, including safe abortion. One of Samsara’s main programs is a national safe abortion hotline.

In a recent interview, Hudaya explained the hotline previously focused on helping women find safe abortion providers, but the increasing availability of misoprostol has revolutionized how she and her colleagues assist women.